Sesuai Pepatah Bola Itu Bundar, Begitulah Nasib Petaruh Judi Bola Yang Dipermainkan

Dalam dunia sepak bola, slogan terkenal bola itu bundar sangat melekat di kalangan para pemain bola termasuk suporter dan official. Dalam hal ini mereka meyakini bahwa kemenangan bisa saja terjadi mengingat bola yang bundar selalu berputar ke segala arah. Artinya bahkan tim paling lemah sekali pun masih memiliki peluang untuk memperoleh kemenangan. Atas dasar inilah para petaruh judi bola tak ragu bertaruh demi kemenangan yang akan diraihnya. Kemeriahan judi bola seakan tak pernah sepi dengan gegap-gempita para petaruh tanpa menghiraukan resiko main judi bola yang akan menimpanya kelak.

Petaruh Judi Bola

Popularitas sepak bola ternyata juga dimanfaatkan bagi sebagian pihak untuk menangguk keuntungan dengan melakukan judi bola. Seperti halnya para pemain sepak bola, para penjudi juga meyakini bola itu bundar dalam artian nasib mereka bisa saja berubah kapanpun. Mereka berkeyakinan bahwa dengan berjudi bola, nasib mereka dapat diubah secepat putaran bola berputar. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Sebab seringkali para penjudi tidak bergantung pada keberuntungan belaka, melainkan atas alasan analisis dari tim-tim yang mereka unggulkan. Berdasarkan analisis ini, petaruh berkeyakinan bahwa tebakannya akan unggul walaupun bahaya dan resiko main judi bola selalu menyertai pertaruhan ini.;

Inilah Nasib Penjudi Bola yang Menggantungkan Hidupnya Di Atas Putaran Bola

Para petaruh judi bola biasanya mengunggulkan tim-tim kuat. Mereka sangat berpengalaman dalam menganalisis tim-tim kuat termasuk pemain-pemainnya. Atas dasar ini para petaruh judi bola tak segan-segan mempertaruhkan sejumlah hartanya karena keyakinan memperoleh kemenangan. Padahal kemenangan mereka, seperti halnya bola berputar, merupakan kayakinan semu yang justru sering menjerumuskan. Mereka tidak menyadari bahwa bandar memiliki cara-cara tersendiri termasuk tipuan untuk mengelabui para petaruh. Pasalnya tak seorang bandarpun yang mau dirugikan atau dikalahkan. Faktanya para penjudi bola justru lebih sering mengalami kekalahan. Ketidakmampuan dalam menolak judi telah membuktikan, bahwa para petaruh judi bola sama sekali tidak menyadari bahwa bandar telah bekerja sedemikian rupa yang membuat para petaruh seakan-akan diunggulkan ternyata mengalami kekalahan.

Ada banyak cara yang dilakukan bandar untuk mengecoh para petaruh ini sehingga lebih banyak mengeluarkan uangnya untuk tebakan skor yang senantiasa salah. Cara yang paling populer adalah membagi sesi pertandingan yang awalnya 2 kali 45 menit menjadi banyak sesi dalam sekali pertandingan. Dengan cara ini para petaruh didorong untuk meningkatkan adrenalin agara bertaruh lebih semangat karena peluang kemenangan semakin banyak. Akibatnya bandar memiliki peluang menangguk keuntungan yang jauh lebih banyak daripada hasil umum pertandingan. Faktanya memang demikian. Para petaruh terus-menerus bertaruh pada 15 menit pertama kemudian dilanjutkan pada 30 menit setelahnya hingga pertandingan berakhir. Mereka sama sekali tidak hirau dengan segala pengaruh buruk dan resiko main judi bola yang telah membuatnya kecanduan.

Hal yang paling fatal dalam dunia persepakbolaan, terutama menyangkut nasib para penjudi bola, adalah adanya mafia bola. Di sini bandar berlaku sebagai mafia yang dengan mudah mengatur jalannya pertandingan sesuai dengan skenario yang telah ditentukan oleh bandar. Bandar tak segan-segan bekerjasama dengan official agar dapat memuluskan scenario yang telah disusunnya. Sehingga para petaruh judi bola tetaplah menjadi pihak yang selalu dirugikan. Ironisnya, para penjudi bola ini sama sekali mengabaikan semua akibat dan resiko main judi bola yang kelak akan disesalinya.

Ingin bermain dan mengetahui permainan apa saja selain judi bola online? Kunjungi situs Daduuangasli.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *